Destinasi

Ini Alasan Sebaiknya Mengindari Jalur Cinomati Jika Akan Berwisata ke Hutan Pinus Mangunan

Ada catatan khusus bagi sebagian pengunjung luar Jogja yang menuju Hutan Pinus Mangunan ketika memilih melewati jalur bernama Cinomati.

Tribun Jogja / Susilo Wahid
Petugas kepolisian bersama relawan dan SAR Distrik Bantul mendorong mobil yang tidak kuat menanjak di jalur Cinomati. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Musim liburan bertepatan dengan momen Natal dan Tahun Baru kerap dimanfaatkan masyarakat untuk mengunjungi tempat wisata

Tak terkecuali di Jogja, ketika tempat-tempat wisata banyak dikunjungi wisatawan berbagai daerah. 

Satu destinasi yang bisa dipastikan ramai oleh wisatawan adalah Hutan Pinus Mangunan, Dlingo, Bantul. 

Namun, ada catatan khusus bagi sebagian pengunjung luar Jogja yang menuju Mangunan ketika memilih melewati jalur bernama Cinomati

Jalur ini menjadi penghubung Kecamatan Pleret - Dlingo dan bukan merupakan jalur utama menuju Mangunan.

Karena berbagai alasan, jalur ini sebaiknya dihindari karena terbilang berbahaya. 

Berikut alasan mengapa wisatawan sebaiknya tidak lewat jalur Cinomati saat berwisata ke Mangunan.

Banyak Tanjakan dan Turunan Tajam

Beberapa wisatawan memilih jalur Cinomati menuju Mangunan karena lebih dekat dilihat dari aplikasi map lewat smartphone

Meskipun dekat, namun jalur ini banyak terdapat tanjakan dan turunan tajam. 

Kemiringan tanjakan pun cukup ekstrim, membuat kendaraan kerap kali tak kuat menanjak. 

Resikonya, mobil bisa mogok karena mesin terlalu panas yang membuat radiator bermasalah. 

Beberapa tikungan tajam juga beresiko mengakibatkan kecelakaan jika sopir tidak mahir mengemudi.

Ruas Jalan Sempit

Jalur Cinomati ini sebenarnya belum didesain untuk jalur wisata

Tak heran, lebar ruas jalan terbilang sempit, hanya sekitar tiga meter. 

Walhasil, kendaraan harus memperlambat jalan dan terkadang lewat bahu jalan ketika berpapasan. 

Resiko jalan sempit semakin karena sebagian jalur diapit tebing dan jurang. 

Tentu saja, jalur ini sangat beresiko untuk dilewati kendaraan.

Fasilitas Publik Terbatas

Dibandingkan jalur konvensional melewati Pasar Imogiri, jalur Cinomati ini terbilang masih sepi. 

Sepanjang jalan didominasi perkebunan warga dan hutan yang minim fasilitas publik seperti SPBU, bengkel atau warung makan. 

Kondisi ini tentu kurang menguntungkan, ketika wisatawan mengalami masalah dengan kendaraan yang ditumpangi. 

Atau, ketika wisatawan ingin beristirahat ketika lelah di perjalanan.

Tak Banyak Pilihan Spot Wisata Alternatif

Keberadaan spot wisata tambahan bisa membuat kita menambah wawasan wisata

Sekaligus, menambah pengalaman baru mengunjungi tempat wisata lain di luar destinasi yang jadi tujuan utama kita. 

Di jalur Cinomati ini hampir tidak ada spot wisata alternatif lain. 

Berbeda dengan jalur konvensional, banyak spot wisata alternatif semacam desa wisata, Watu Goyang, Bukit Bego dan lainnya. (*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved