Malioboro

Satpol PP Bakal Awasi Pedagang "Nakal" di Malioboro

Satpol PP Kota Yogyakarta mengoptimalkan petugas piket untuk memantau kawasan Malioboro dari PKL "nakal".

Satpol PP Bakal Awasi Pedagang
Tribun Jogja
Caption : Suasana penutupan Jl Malioboro, Selasa (19/11/2019). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta mengoptimalkan petugas piket untuk memantau kawasan Malioboro saat momen libur Natal dan Tahun Baru

Hal ini dilakukan untuk menjamin keamanan wisatawan sekaligus mengawasi pedagang kaki lima (PKL)  di kawasan Malioboro.

"Petugas juga memantau jika ada PKL menaikkan tarif secara tidak wajar atau nuthuk harga," kata Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Agus Winarto.

Nantinya, jika ditemui ada PKL yang nekat memasang tarif tidak wajar maka Satpol PP akan memberikan sanksi.

Sanksi yang diberikan adalah menutup tempat PKL yang melanggar tersebut.

"Tidak ada peringatan, kalau ketahuan ya langsung kita tutup. Kita sudah pernah juga menutup PKL yang menaikkan harga," ujar Agus.

Menurut Agus, sanksi tegas ini dilakukan selain untuk mengedukasi para PKL, juga untuk menjaga citra pariwisata di DIY.

Khusunya Malioboro sebagai jantung pariwisata di Kota Yogyakarta.

Pemerintah daerah pun berupaya menegakkan aturan ini jangan sampai wisatawan kecewa.

Dengan sanksi tegas, diharapkan para PKL berpikir dua kali untuk menaikan harga secara tidak wajar.

"Ya kalau kita ingin berfikir besar tentang pariwisata Jogja, dari hal-hal yang kecil seperti itu harus diperhatikan. Kita harus tegas,"tegasnya.

Untuk itu, ia mengajak PKL, juru parkir, dan seluruh masyarakat untuk menjaga Kota Yogyakarta agar tertib dan aman.

Hal ini dilakukan agar pariwisata Kota Yogyakarta maju dan tetap mendapat tempat di hati para wisatawan. (Christi Mahatma)

Ikuti kami di
Editor: Susilo Wahid Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved