Destinasi

Menyambangi Taman Nggirli, Bekas Kolam Lele yang Disulap Jadi Taman Bermain Anak

Taman Nggirli, sebuah destinasi wisata edukasi di Bantul yang digagas masyarakat setempat ini dulunya adalah kolam lele.

Tribun Jogja / Susilo Wahid
Aliran Kali Gawe di Taman Nggirli 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pilihan tempat wisata di Kabupaten Bantul kini terus bertambah seiring semakin banyaknya kunjungan wisatawan.

Selain karena kesadaraan masyarakat dalam mengelola tempat wisata yang semakin tinggi, pemda setempat juga secara kontinyu memberikan dukungan. 

Jenisnya pun beragam, mulai wisata alam, wisata kuliner dan juga taman bermain. 

Salah satunya Taman Nggirli, sebuah destinasi wisata edukasi di Bantul yang digagas masyarakat setempat. 

Nama Nggirli merupakan kependekan dari Pinggir Kali, karena tempat ini memang berada di pinggir sungai.

Anak-anak sedang bermain di Taman Nggirli.
Anak-anak sedang bermain di Taman Nggirli. (Tribun Jogja / Susilo Wahid)

Bekas Kolam Lele

Beberapa tahun terakhir, lokasi Taman Nggirli yang berada di Bintaran Wetan RT 01, Srimulyo, Piyungan, Bantul merupakan kolam lele. 

Lokasinya yang tepat bersisian dengan Kali Gawe, membuat warga setempat kala itu memanfaatkan lahan tepian sungai (wedi kengser) sebagai kolam lele. 

Warsito, salah satu Pengelola Taman Nggirli mengatakan ada sekitar 20 warga mengelola tempat itu sebagai kolam lele. 

“Ya lumayan lama itu dipakai kolam lele, sampai akhirnya rusak karena tersapu banjir besar akhir 2017 lalu,” kata Warsito. 

Saat hendak memulai kembali membuat kolam lele itulah Warsito menawarkan kepada warga antara tetap melanjutkan usaha kolam lele atau tidak. 

Mayoritas warga pun memilih untuk tidak lagi mengelola kolam lele karena trauma kolam akan kembali rusak jika terjadi banjir. 

“Saya dan warga lalu berfikir bagaimana memanfaatkan lahan ini, kemudian ada ide membuat taman bermain anak,” kata Warsito.

Tanaman bunga di Taman Nggirli.
Tanaman bunga di Taman Nggirli. (Tribun Jogja / Susilo Wahid)

Terinspirasi dari Pasar Kebon Empring

Taman Nggirli berada tak jauh dari Pasar Kebon Empring yang lebih dulu hits sebagai spot wisata keluarga. 

Aliran sungai kedua tempat ini pun sama, yaitu Kali Gawe. 

Warsito, pengelola Taman Nggirli dulunya juga ikut berkontribusi mengembangkan Pasar Kebon Empring. 

“Jadi Taman Nggirli ini dibuat juga karena momentum Pasar Kebon Empring yang ramai dikunjungi. Kami ingin membuat spot wisata serupa, jadilah tempat ini,” kata Warsito. 

Hanya saja, di Taman Nggirli ini Warsito dan warga sekitar sengaja fokus ke sebuah taman bermain. 

Hal ini dilakukan untuk membedakan dengan konsep Pasar Kebon Empring yang lebih bertema tempat menjual jajanan tradisional. 

“Pemilihan konsep taman bermain anak ini juga sekaligus untuk memberi pilihan spot wisata keluarga kepada wisatawan,” kata Warsito.

Anak-anak sedang bermain di Taman Nggirli.
Anak-anak sedang bermain di Taman Nggirli. (Tribun Jogja / Susilo Wahid)

Tiket Masuk dan Parkir Sukarela

Di Pasar Nggirli, terdapat berbagai arena bermain sederhana yang diperuntukkan untuk anak-anak. 

Sebut saja ayunan, prosotan dan juga kursi goyang. 

Tersedia pula sejumlah spot foto salah satunya tiruan sepeda motor berukuran raksasa. 

“Sisi sungai sebenarnya juga bisa menjadi arena bermain untuk anak-anak, tentunya dengan pengawasan orang dewasa,” kata Warsito. 

Bangunan tower dari kayu di Taman Nggirli.
Bangunan tower dari kayu di Taman Nggirli. (Tribun Jogja / Susilo Wahid)

Meskipun cukup banyak fasilitas bermain anak ini, pihak pengelola tidak mematok besaran tiket masuk. 

Sebagai gantinya, disediakan sebuah kotak jika ada pengunjung ingin memberikan uang secara sukarela.

“Parkir kendaraan dan toilet juga tidak ditarik tarif khusus, seikhlasnya saja,” kata Warsito.

Anak-anak sedang bermain di Taman Nggirli.
Anak-anak sedang bermain di Taman Nggirli. (Tribun Jogja / Susilo Wahid)

Ikut Mensejahterakan Warga Sekitar

Meskipun fasilitas parkir, akses masuk dan toilet tidak ditarik tarif khusus, keberadaan Taman Nggirli ternyata sudah bisa mensejahterakan warga sekitar. 

Hal ini karena keberadaan warung di lokasi yang berjumlah 19 warung. 

Sedikit banyak, aktifitas jual beli di warung tersebut membuat ibu-ibu pengelola mendapat pemasukkan tambahan. 

Warung di Taman Nggirli.
Warung di Taman Nggirli. (Tribun Jogja / Susilo Wahid)

Apalagi, sebelum membuka warung di Taman Nggirli mereka tak punya pemasukan lain. 

“Kami sudah cukup bersyukur dari warung ini para ibu-ibu mendapat pemasukan,” kata Warsito. 

Juga dari kotak sukarela, ada sejumlah dana yang bisa dibagi untuk keperluan perawatan dan pengelolaan Taman Nggirli. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved